Mengulas Cerpen Karya Akhmad Ikhtiar
Ulasan Cerpen "Cerita Seorang Lelaki yang Sedang Bermimpi Tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi" karya Akhmad Ikhtiar
Sebuah cerpen dengan gaya penyajian yang unik dan menarik. Banyak pengulangan kata yang justru menghipnotis pembaca agar semakin penasaran. Beberapa kata juga merujuk pada penyempitan atau perluasan arti yang menambah poin plus cerpen ini.
Ulasan kali ini sedikit menyita perhatian saya di beberapa titik kalimat. Penasaran? Mari kita bahas..
°• Unsur Intrinsik
●Tema
Cerpen yang memiliki judul cukup panjang ini bertemakan impian dalam mimpi. Dari tokoh "aku" yang memiliki berbagai macam keinginan cukup menjelaskan ia memiliki mimpi dalam mimpinya.
● Point Of View
Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal. Sebagai bukti, penulis menetapkan "aku" sebagai karakter utama.
● Gaya Bahasa
Cerpen tersebut termasuk dalam kategori sederhana sebab, penggunaan kata-katanya ringan sementara penyampaiannya lugas dan tak terlalu sulit dimengerti. Meski, terdapat beberapa pengulangan kata yang membuat pembaca sedikit berpikir.
Herannya aku yang ada dalam mimpi aku yang sedang bermimpi itu malah menghabiskan semua hadiahnya untuk membeli mimpi.
Kalimat di atas salah satu petikan kalimat dalam cerita yang tampak ringan namun agaknya memerlukan penalaran.
● Latar
Latar tempat :
Di sebuah pedesaan, Rumah sakit, pesawahan, dan di sekitaran jalan.
Latar waktu :
Sekarang dan pada saat itu
Latar suasana :
Sedih, bahagia, marah, dan haru
● Alur
Cerita ini menggunakan alur maju. Karena dimulai dari pengenalan tokoh ketika sedang bermimpi sampai bangunnya kembali dengan plot twist yang tak terduga. Secara garis besar, penyusunan masalah sampai penyelesaiannya terkonsep dengan rapi.
● Tokoh dan Perwatakan tokoh
Aku : Seorang pemimpi pasti, gigih, dan penyayang
Narti : Tidak setia, cerdik, nakal
Bapak : Semangat, berkeinginan besar untuk berternak
Emak : Penyayang
● Ejaan Bahasa Indonesia dan Gaya Bahasa
Secara keseluruhan bahasa dan metode penulisan sudah bagus. Kata-kata yang tersusun umum dan mudah dipahami pembaca. Namun, sedikit keambiguan terletak pada penggunaan tanda baca sehingga membuat pembaca agak bingung.
Sementara dari gaya bahasa, penyampaiannya ringan dan ringkas. Tidak terlalu banyak menggunakan diksi atau majas yang beragam. Pilihan katanya yang berulang namun bermakna dalam.
● Amanat
Pesan yang ingin disampaikan penulis pada khalayak adalah kesunguhan tokoh aku seputar targetnya mengenai mimpi, rasa sayang dan menghargai serta memberi kehidupan yang layak pada kedua orang tua, jua pengorbanan di balik kesetian terhadap wanita pilihan hati, dan satu kalimat yang terangkai dari cerpen tersebut adalah "Melangkah pasti tanpa pandang kisi, kesenangan dunia pun bukan segala jika tak menoreh pada kiblat."
°• Unsur Ekstrinsik
Beberapa nilai yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah :
● Nilai Moral, hampir keseluruhan isi cerita ini mengajarkan pembaca agar hiduplah penuh akan impian. Kemudian bergerak guna mencapai mimpimu. Keinginan dan impian di atas rasa pertanggungjawaban kepada orang tua.
● Nilai Sosial, tiap individu perlu hidup bermasyarakat dan pada salah satu penggalan cerita tersebut penulis mengangkatnya dalam bentuk narasi kecil.
● Nilai Sosial Agama, keinginan kuat tokoh Emak untuk menginjak tanah suci di tengah kerundungan hati wajib diapresiasi. Pasalnya, tak begitu banyak orang-orang yang menyadari betapa besar pengaruh untuk dapat beribadah khusyuk di tempat yang suci.
Cerita lengkapnya dapat kamu baca di http://www.ngodop.com/art/4/Cerita-Seorang-Lelaki-yang-Sedang-Bermimpi-tentang-Dirinya-yang-Sedang-Bermimpi atau juga bisa kamu temui di www.ngodop.com
Sorry for typos
Sebuah cerpen dengan gaya penyajian yang unik dan menarik. Banyak pengulangan kata yang justru menghipnotis pembaca agar semakin penasaran. Beberapa kata juga merujuk pada penyempitan atau perluasan arti yang menambah poin plus cerpen ini.
Ulasan kali ini sedikit menyita perhatian saya di beberapa titik kalimat. Penasaran? Mari kita bahas..
°• Unsur Intrinsik
●Tema
Cerpen yang memiliki judul cukup panjang ini bertemakan impian dalam mimpi. Dari tokoh "aku" yang memiliki berbagai macam keinginan cukup menjelaskan ia memiliki mimpi dalam mimpinya.
● Point Of View
Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal. Sebagai bukti, penulis menetapkan "aku" sebagai karakter utama.
● Gaya Bahasa
Cerpen tersebut termasuk dalam kategori sederhana sebab, penggunaan kata-katanya ringan sementara penyampaiannya lugas dan tak terlalu sulit dimengerti. Meski, terdapat beberapa pengulangan kata yang membuat pembaca sedikit berpikir.
Herannya aku yang ada dalam mimpi aku yang sedang bermimpi itu malah menghabiskan semua hadiahnya untuk membeli mimpi.
Kalimat di atas salah satu petikan kalimat dalam cerita yang tampak ringan namun agaknya memerlukan penalaran.
● Latar
Latar tempat :
Di sebuah pedesaan, Rumah sakit, pesawahan, dan di sekitaran jalan.
Latar waktu :
Sekarang dan pada saat itu
Latar suasana :
Sedih, bahagia, marah, dan haru
● Alur
Cerita ini menggunakan alur maju. Karena dimulai dari pengenalan tokoh ketika sedang bermimpi sampai bangunnya kembali dengan plot twist yang tak terduga. Secara garis besar, penyusunan masalah sampai penyelesaiannya terkonsep dengan rapi.
● Tokoh dan Perwatakan tokoh
Aku : Seorang pemimpi pasti, gigih, dan penyayang
Narti : Tidak setia, cerdik, nakal
Bapak : Semangat, berkeinginan besar untuk berternak
Emak : Penyayang
● Ejaan Bahasa Indonesia dan Gaya Bahasa
Secara keseluruhan bahasa dan metode penulisan sudah bagus. Kata-kata yang tersusun umum dan mudah dipahami pembaca. Namun, sedikit keambiguan terletak pada penggunaan tanda baca sehingga membuat pembaca agak bingung.
Sementara dari gaya bahasa, penyampaiannya ringan dan ringkas. Tidak terlalu banyak menggunakan diksi atau majas yang beragam. Pilihan katanya yang berulang namun bermakna dalam.
● Amanat
Pesan yang ingin disampaikan penulis pada khalayak adalah kesunguhan tokoh aku seputar targetnya mengenai mimpi, rasa sayang dan menghargai serta memberi kehidupan yang layak pada kedua orang tua, jua pengorbanan di balik kesetian terhadap wanita pilihan hati, dan satu kalimat yang terangkai dari cerpen tersebut adalah "Melangkah pasti tanpa pandang kisi, kesenangan dunia pun bukan segala jika tak menoreh pada kiblat."
°• Unsur Ekstrinsik
Beberapa nilai yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah :
● Nilai Moral, hampir keseluruhan isi cerita ini mengajarkan pembaca agar hiduplah penuh akan impian. Kemudian bergerak guna mencapai mimpimu. Keinginan dan impian di atas rasa pertanggungjawaban kepada orang tua.
● Nilai Sosial, tiap individu perlu hidup bermasyarakat dan pada salah satu penggalan cerita tersebut penulis mengangkatnya dalam bentuk narasi kecil.
● Nilai Sosial Agama, keinginan kuat tokoh Emak untuk menginjak tanah suci di tengah kerundungan hati wajib diapresiasi. Pasalnya, tak begitu banyak orang-orang yang menyadari betapa besar pengaruh untuk dapat beribadah khusyuk di tempat yang suci.
Cerita lengkapnya dapat kamu baca di http://www.ngodop.com/art/4/Cerita-Seorang-Lelaki-yang-Sedang-Bermimpi-tentang-Dirinya-yang-Sedang-Bermimpi atau juga bisa kamu temui di www.ngodop.com
Sorry for typos
Komentar
Posting Komentar